WhatsApp

https://wa.me/6281293912345

"suka tanpawali duka"

Metallic Text Generator at TextSpace.net

Tuesday, January 8, 2019

Upacara Panca Wali Krama di Pura Agung Besakih

KEPUTUSAN PASAMUHAN MADYA
PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA PROVINSI BALI
Nomor : 01/PESAMUHAN-MADYA/PHDI-BALI/VIII/2018

Tentang 
UPACARA PANCA WALI KRAMA DI PURA AGUNG BESAKIH TAHUN 2019

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN PESAMUHAN MADYA PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA PROVINSI BALI TENTANG UPACARA PANCA WALI KRAMA DI PURA AGUNG BESAKIH TAHUN 2019

Pertama : Bahwa Upacara Panca Wali Krama akan dilaksanakan pada tanggal 06 Maret 2019

Kedua : Bahwa Pemuput Upacara dalam Panca Wali Krama tersebut adalah seluruh Sadhaka, sebagaimana disebutkan diatas berpedoman pada 
Keputusan Sabha Pandita PHDI Nomor: 02/Bhisama/Sabha Pandita 
Parisada Pusat/Xl 2002 tanggal 28 Oktober 2002, yang dilampirkan dalam Keputusan ini. 

Ketiga : Bahwa untuk kesucian dan keberhasilan Yadnya Panca Wali Krama tersebut, tidak diperkenankan melakukan ''atiwa-tiwa/ngaben'' dalam rentang waktu dari tanggal 20 Januari s/d 4 April 2019.

Keempat : Bahwa ada yang meninggal setelah tanggal 20 Januari 2019, maka diatur sebagai berikut:

1. Bila ada yang meninggal dunia boleh mekinsan di pertiwi di lakukan pada sore hari namun tidak mendapatkan tirta pengentas

2. Bila yang meninggal adalah Sulinggih (dwijati), Pemangku atau 
mereka yang menurut dresta tidak boleh dipendem, (secepatnya 
dikremasi) dan juga diperkenankan untuk "ngelelet sawa". Bagi 
yang masih berstatus walaka tidak sampai munggah tumpang salu. 
Sedangkan bagi Sulinggih (dwijati) dapat dilanjutkan sampai 
munggah tumpang salu.

3. Bila memiliki jenasah belum diaben, agar nunas Tirtha Pemarisudha dari Pura Dalem Puri Besakih yang sebelumnya sudah dibagikan kepada seluruh umat Hindu di Bali kemudian dipercikkan ke jenasah dengan terlebih dahulu menghaturkan upacara

4. Bagi umat Hindu diluar Bali agar melaksanakan Yasa Kerti disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

Kelima : Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku. 

Keenam : Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan...

Best regards,
Mr. I Gede Putu Sastrawan
+62-81-2939-12345

Sunday, January 6, 2019

Jokowi Presiden 2019



1. Bayar ganti rugi korban LAPINDO.
2. IKAN Melimpah karena Kapal-kapal  Pencuri ikan ditenggelamkan oleh bu SUSI PUDJIASTUTI.
3. SINGAPURA Semakin "Segan" Kepada INDONESIA karena kebijakan TAX AMNESTI.
4. Pulau NATUNA sudah direbut oleh JOKOWI dari tangan CHINA.
5. Saham FREEPORT 51% untuk INDONESIA.
6. Mafia PETRAL yang merugikan negara bubar di tangani JOKOWI.
7. Bencana KABUT ASAP sudah berhasil diminimalisir nyaris tidak ada lagi.
8. INDONESIA jadi anggota OTDC karena PDB diatas 1T.
9. BBM satu harga seluruh INDONESIA di realisasikan.
10. SERTIFIKAT TANAH untuk rakyat miskin.
11. Dana desa, KIP, KIS untuk rakyat.
12. Listrik sudah menyala di desa terpencil
13. Jalan TRANS PAPUA di selesaikan.
14. Jalan TRANS SUMATRA dan jalan yang mnghubungkan antar provinsi sedang dalam proses penyelesaian.
15. Listrik tenaga angin di SIDRAP.
16. IRIGASI, BENDUNGAN, EMBUN dibangun untuk mengairi sawah pertanian agar bisa panen 3x setahun. ( menuju swasembada pangan)
17. Pembangunan 10 JEMBATAN GANTUNG di BANTEN sudah selesai.
18. Pembangunan 32 JEMBATAN GANTUNG sedang dalam penyelesaian.
19. Bandara KERTAJATI selesai ditangan JOKOWI sehingga menggerakan ekonomi rakyat.
20. Pelabuhan TANJUNG PRIOK sekarang bisa untuk transit kapal besar sehingga tidak perlu transit di Singapura.
21. Pemerintahan pak JOKOWI sudah bisa Mencicil utang rezim SBY 1600 T.
22. Hari SANTRI nasional di berlakukan
23. Proyek proyek mangkrak dibereskan
24. HTI pencinta KHILAFA di bubarkan
25. GOOGLE bayar pajak di wajibkan
26. Bandar NARKOBA nyawanya dihilangkan
27. Pengemplang pajak dipaksa ikut aturan
28. TEAM CYBER pungli di berdayakan
29. OTT gencar dimana mana
30. BLOK ROKAN dan BLOK MAHAKAM direbut kembali
31. OPM kembali kepangkuan ibu pertiwi
32. Pabrik gula terbesar di lampung
33. 15 bandara baru disiapkan
34. Jalan tol 5000 km diselesaikan 3,5th berjalan
35. PLBN mega di setiap perbatasan
36. Dunia mengakui kemajuan REPUBLIK
INDONESIA
37. Atlit Berprestasi Diperhatikan dengan Memberikan Bonus sebelum "Keringat Kering".
39. Bagi Pasien Cuci Darah, Operasi Jantung yang masuk Program BPJS gratis.
40. Anggaran Dana Desa.  program dana desa telah berhasil membangun jalan desa di seluruh pelosok Indonesia sampai 121.709 kilometer. Belum pernah ada dalam sejarah di Indonesia.
Dan Masih banyak lagi prestasi presiden Jokowi.
So what gitu loh...?
✍๐Ÿป Share ini berulang-ulang agar tidak buta dan tuli lagi bagi mereka yang nyinyir ✊๐Ÿป✊๐Ÿป 

Thank you. Good luck !
Om Shanti Shanti Shanti Om ๐Ÿ™
Best Regards,

I Gede Putu Sastrawan
Director

ULTRAVIOLET TOURS

+62-81-2939-12345 (whatsApp)
powered by GOD.

Sunday, December 9, 2018

Lowongan kerja Trans Studio Mall Bali oleh Sastra Bali Luxury



Lowongan kerja Trans Studio Mall, semoga bermanfaat utk keluarga atau kerabat yg sedang mencari pekerjaan.
๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™
Urgently needed :
Open Recruitment Trans Studio Mall Bali
1. Customer Service Coordinator
2. Casual Leasing Supervisor
3. Tenant Relation Executive
4. Leasing Executive
5. Graphic Design Staff
6. Event & Promotion Staff
7. VM Staff
8. HR Operations Supervisor
9. HR Compensation & Benefit Staff
10. Purchasing Supervisor
11. Collection Supervisor
12. Payroll Supervisor
13. Warehouse Supervisor
14. Finance & Accounting Staff
15. Purchasing Staff
16. Warehouse Staff
17. IT Staff
18. Car Park Asst. Mgr
19. Safety Asst.Mgr
20. MEP Staff
21. Control Room Staff
22. Housekeeping Supervisor
23. Housekeeping Staff
24. Office Boy
25. Driver
Please sent your cv to our email : vury.puspitasari@transstudiomall.com / ilham.ramadhan@transstudiomall.com


Thank you. Good luck !
Om Shanti Shanti Shanti Om ๐Ÿ™
Best Regards,

I Gede Putu Sastrawan
Photographer


powered by GOD.

Sunday, November 11, 2018

Jokowi Hantam HTI karena Musuh Negara - Denny Siregar

Oleh : Denny Siregar*

*"Bagaimana seandainya JOKOWI Kalah ?"*

Begitu pertanyaan seorang teman dalam sebuah diskusi. Jujur ini pikiran yang selalu saya buang, saya ngeri dengan dampaknya.

Diluar masalah korupsi yg MemBudaya, *Indonesia ini sebenarnya adalah negara di Asean yang potensi radikalnya Sangat Tinggi.* 
Lebih dari 20 tahun - sejak 1998 - kelompok-kelompok radikal bercokol di negeri ini. *Mereka2 Telah berHasil meNyusup bahkan Sudah menguasai tempat2 ibadah, sekolah, pemerintahan, pengadilan bahkan aparat keamanan seperti kepolisian dan tentara.*

Kelompok radikal ini dulu sulit sekali dideteksi. Karena mereka berbaju "Islam" agama terbesar negeri ini. *Sembunyi  dgn berPakaian  "ULAMA", mereka membangun komunitas-komunitas di mana saja.* 
Tanpa sadar, Indonesia sudah dikuasai mereka dalam ideologi. *Ideologi pendirian negara khilafah yang Jelas2 akan meruntuhkan DEMOKRASI & PANCASILA*.

Sebagai contoh *Hizbut Tahrir Indonesia.*

HTI ini adalah gerakan transnasional yang sudah melebur dengan masyarakat Indonesia. *Mereka dulu dibiarkan berkembang biak, bahkan difasilitasi oleh para politisi dan penguasa untuk meraih suara.*

Sebagai contoh, tahun 2016 lalu, kita melihat bagaimana entengnya Wali Kota Bogor, *Bima Arya, meresmikan kantor HTI dengan disambut logo besar "KHILAFAH".* Menakutkan, ketika seorang pejabat ternyata tidak mampu membedakan mana musuh NEGARA.

*Kebayang tentakelnya HTI di mana-mana*. Dan seperti gurita mereka siap mencengkeram dan menghancurkan NEGARA.

*Tapi langkah mereka terhenti TOTAL , ketika tahun 2017, JOKOWI yg Telah Berhasil mengHimpun keKuatannya dgn Tegas & Berani memBUBARkan  organisasi besar mereka yang diperkirakan mempunyai 2 juta anggota lebih (Belum termasuk Penyokong2 & pendukung2-nya)*.

Ini pukulan berat bagi HTI yang sebenarnya sudah banyak menguasai elemen-elemen negeri. *Pukulan JOKOWI ini sekaligus memunculkan "kepala ular" HTI yang bercokol menjadi dosen, rektor, Politikus, Ulama, sampai Guru Besar di beberapa Universitas Negeri*.

Dan HTI jelas2 dendam. *Mereka akan menghalalkan segala cara supaya JOKOWI tersingkir, lalu mereka kembali akan menguasai apa yang pernah mereka kuasai*. Hanya kali ini mereka akan lebih agresif dan massif. Sebab mereka punya sejarah pernah dibubarkan dan bisa jadi akan terulang jika nanti muncul pemimpin seperti JOKOWI lagi.

*Jadi buat saya, kekalahan JOKOWI  akan membawa dampak meNGERIkan  ketika HTI mendapat panggung lagi*. 
Kepolisian akan mereka kuasai sehingga mudah dijadikan senjata untuk mempersekusi warga yang tidak sepandangan dengan mereka.

Ingat kasus Meiliana ? Warga yang mendapat hukuman 1,5 tahun karena protes kerasnya toa? Di sana ada peran HTI yang mendesak aparat kepolisian untuk mentersangkakan dirinya. Bahkan HTI juga terus-menerus menurunkan massa untuk mendesak hakim menjatuhkan vonis yang berat.

*Ujian & Siksaan bagi kaum minoritas, Jelas akan jauh lebih berat jika HTI berkuasa.* Akan muncul kasus Meiliana Meiliana lainnya. Makanya saya heran ketika ada orang minoritas memilih Prabowo yang di belakangnya Jelas2 ada kelompok HTI.

*Mereka2 apa tidak SADAR akan situasi yang Sangat2 meRUGIkan mereka sendiri & Seluruh Rakyat๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ❤ Yg Waras krn Mau Hidup Normal nantinya?*

Membersihkan elemen pemerintahan dan aparat keamanan dari cengkeraman ideologi HTI bukan pekerjaan ringan. Seperti kanker, Indonesia sebenarnya sudah berada pada stadium mengerikan.

*Memerangi kanker tidak bisa sekali pukul lalu menang & Butuh keAJAIBan (JOKOWI adalah keAJAIBan & Berkat๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ❤dari TUHAN)*. Harus bertahap seperti kemoterapi yang menyakitkan. Kalau pengobatan dihentikan, maka mereka akan tumbuh lebih ganas dan mematikan...

*"Jadi bagaimana seandainya JOKOWI kalah dalam pemilihan ?"* Tanya temanku lagi.

Kuseruput secangkir kopi. *"Saya Tidak Mau & Tidak Berani berPikir jika JOKOWI Kalah* 
Pikiran saya fokus pada *JOKOWI HARUS MENANG* .."
Karena Saya Masih Ingin *Cucu2 Cicit2 HIDUP NORMAL di NKRI๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ❤*

Hari ini terasa panas sekali..

*Denny Siregar penulis buku* 
TUHAN dalam Secangkir Kopi'

Friday, October 12, 2018

Bali Saraswati dan makna Hari Raya Pagerwesi



OM SWASTIASTU

Rangkaian Hari Raya Saraswati
Berikut ini akan diuraikan secara singkat tentang rangkaian Hari Raya Saraswati.
♦️Saraswati
♦️Banyu Pinaruh
♦️Soma Ribek
♦️Sabuh Mas
♦️Pagerwesi
♦️ *SARASWATI*  adalah Hari raya memperingati turunnya Dewi Saraswati sebagai shakti Dewa Brahma yakni  manifestasi Hyang Widhi sebagai pencipta yang memberikan kemampuan berpikir kepada umat manusia
♦️ *BANYU PINARUH*  berasal dari suku  kata : 
#BANYU  yang artinya air
#PINARUH :  Pinih - Weruh ( *Pengetahuan*. )
Yang dapat diartikan ilmu pengetahuan diibaratkan seperti air yang sebaguna dari untuk yang Paling suci yaitu Tirtha sampai yg paling kotor Tinggal Sekarang  bagaimna cara kita memanfaatkan ilmu pengetahuan itu. Pada umumnya dihari Banyupinaruh kita melaksanakan pensucian/metirthayatra ke laut atau ke sumber-sumber mata air, danau, sungai. Disamping itu melakukan upacara pensucian diri
♦️ *SOMO RIBEK*   diartikan sebagai senin yang kaya yaitu some artinya senin dan ridek dari kata "bek" yaitu penuh. Dalam hal ini diartikan bila ilmu pengetahuan diterapkan di jalan dharma akan mendatangkan kemakmuran bagi umat manusia. Oleh sebab itu pada hari some ribek ini biasanya umat hindu mantenin beras dan padi di lumbung.
♦️ *SABUH MAS* Selain anugrah Hyang Widhi berupa pangan yang sudah diterima di Hari Coma Ribek, maka keesokan harinya di hari Sabuh Mas (ikat pinggang dari emas) Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Hyang Mahadewa menganugrahkan kepada umat manusia kecukupan benda-benda material untuk kesempurnaan hidupnya antara lain berupa sandang, papan, dan kekayaan lainnya misalnya perhiasan, kendaraan, dll. Di hari ini umat Hindu melaksanakan persembahyangan memuja anugrah Hyang Mahadewa serta menghaturkan sesaji di tempat-tempat penyimpanan harta : uang, emas, perhiasan.
♦️ *PAGER WESI*  yang dilaksanakan pada hari Budha (Rabu) Kliwon Wuku Shinta. Hari raya ini dilaksanakan 210 hari sekali. Sama halnya dengan Galungan, Pagerwesi termasuk pula rerahinan gumi, artinya hari raya untuk semua masyarakat, yang beragama Hindu.


Thank you. Good luck !
Om Shanti Shanti Shanti Om ๐Ÿ™
Best Regards,

I Gede Putu Sastrawan
Photographer


powered by GOD.

Sunday, September 23, 2018

Yadnya Banten Tanpa Daging



Banten Tanpa Daging, Apa Mungkin?
""""//Saya telah puluhan kali muput upacara tanpa daging, jika itu memang salah, nafas saya pasti sudah dicabut. Toh saya tetap bugar, sehat," tukas Pedanda Gede Nabe Bang Buruan Manuaba.//""""
Berenang di lautan tradisi tak selamanya enak, memang. Kesukaan ini menyebabkan orang jerih memandang perubahan. Terkecuali bagi mereka yang ingin terus bertumbuh, terbuka pada pembaruan, tradisi kerap dianggap sebagai penjara. Nyatanya tak banyak sosok yang berani melawan arus besar tradisi. Apalagi hendak merubah sesuatu yang diwariskan turun-temurun -- sungguh tak mudah dilakukan.
Ida Pendanda Gede Nabe Bang Buruan Manuaba, boleh jadi sosok langka dalam pergolakan besar antara tradisi dan pembaruan. Sulinggih asal Karangasem yang kini menetap di Lingkungan Muding Indah, Kerobokan, Kabupaten Badung ini kerap dituduh nyeleneh, ide-idenya sering dianggap asing, tak anut sasana, karena keberaniannya melawan arus besar kelaziman tradisi. "Tak hanya nyeleneh, saya juga dituduh pengkhianat," papar Ida Pedanda sembari tertawa.
Saat muncul pilihan sejumlah kelompok untuk tak menyertakan hewan kurban dan daging dalam upacara di Bali, Ida Pendanda Bang adalah sosok paling memaklumi hal ini. Ia berani pasang badan, manakala banyak sulinggih menolak muput upacara yang dianggap tidak lazim itu. Pun ketika upacara-upacara di Bali dituding kelompok tertentu mengaturkan "bangkai" pada setiap ritualnya – sekali lagi hanya Ida Pedanda Bang Buruan siap pasang badan -- membela gigih pandangan-pandangan Hindu Bali yang dianggap kolot. "Ya kita coba mediasi hal itu supaya tidak muncul benturan, karena sering setiap yang baru membuat masayarakat terbelah," tambah Ida Pedanda.
Bagi Ida Pendanda Bang, tidak ada yang salah dalam keyakinan itu. Tanpa kurban atau menyertakan kurban prinsip dasarnya sama. Coba baca teks Bukbuksah Gagakaking? Di sana ada dua pertapa kakak beradik, yang sama-sama menjalanan tapa brata. Yang satu Bubuksah, berpaham Siwa, bertapa di puncak gunung, pemakan segala, alias sarwa baksa. Sang adik berpaham Budaa, bertapa di hilir sungai, ia sangat hati-hati dalam hal makan, menghindari daging, yang hanya makan buah, biji, dan daun-daunan Gagakaking menjalani laku tapa nyridanta, istilah kerennya vegatarian.
Bagi Ida Pedanda Bang, dua kakak beradik dalam kisah Bubuksah dan Gagakaking merupakan dua model pabratan. Ini sama-sama dibenarkan, keduanya pun mendapat karunia surga. Makan daging seperlunya supaya tubuh tetap sehat juga dianjurkan, karena manusia hidup perlu energi. Hidup vegetarian tanpa hendak menyakiti makhluk lain juga bagus. Yang jelas dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Sebaiknya jangan rusak tubuh ini, makanlah secukupnya, tak berlebih dan berkurang. Jangan pula menyiksa karena "janji" hendak masuk surga. Tuhan yang nyata berada di sini di tubuh ini dan pada apa yang bisa lihat dan rasakan.
Kalau dalam brata saja ada dua jalan, jalan Bubuksah dan Gagakaking, kenapa tidak dilakukan juga dalam upacara? Pertanyaan inilah yang meneguhkan Ida Pedanda Bang berterima muput setiap upacara yang tidak menyertakan hewan atau binatang kurban. Alasanya tak cuma ingin mencari jalan tengah atau hendak mendamaikan. Lebih dari itu, membiasakan orang berpikir demokratis, tidak saling mencela, tidak juga saling menyalahkan. "Saya telah puluhan kali muput upacara tanpa daging, jika itu memang salah, nafas saya pasti sudah dicabut. Toh saya tetap bugar, sehat," tukas Pedanda yang menghabiskan masa mudanya di Lombok
Bagaimana dengan puja panganteb itu? Menurut Ida Pedanda Bang, puja itu di mana-mana sama. Baik upacara tanpa daging atau tidak, puja tidak berbeda. Sadari puja itu tidak bersifat destruktif. "Semua kurban yang dihadirkan dalam caru misalnya hanyalah sebatas penyertaan, tidak untuk dibunuh. Yang terpenting adalah penyertaan warna sebagaimana pangider-ider yang harus disesuikan dengan dewa penguasa arah. Misalnya kurban kebo bisa diganti dengan beras hitam, injin. Sapi bisa diganti dengan beras merah. "Dalam muput caru tiang biasa menyertakan kurban hewan dan binatang masih hidup, dan setelah dihaturkan kami lepas kembali ke habitat semula"
Caru sebagaimana hakikat intinya, sebagaimana diyakini Ida Pedanda Gede Nabe Bang Buruan Manuaba, tidak melulu harus diartikan sebagai upaya mendamaikan energi Bhuta Kala, tapi saatnya diupayakan terus merawat keharmonisan alam. Sebab sebagaimana makna dasarnya, caru berarti membuat ia selalu cantik atau manis, dan berarti juga ikut menggerakkan. Tidak membuang sampah plastik sembarangan, tidak mencemari sungai dengan limbah beracun, tidak merusak humus tanah dengan limbah kimia merupakan bagian dari caru yang rutin itu. "Jika Anda ingin tetap sehat, udara tetap bersih, mohon jangan kotori alam ini dengan beragam sampah, alih-alih sampah kimia," tukas Ida Pedanda Bang serius.
Sepanjang upacara itu belum diupayakan merawat ekosistem hidup, maka apa pun bentuknya upacara itu jauh dari makna dan guna. Memang tidak ada masalah dengan upacara, tetapi bila implikasinya merusak alam apakah tak patut dipikirkan? Coba perhatikan, lanjut Ida Pedanda Bang, dalam hal materi upacara misalnya, orang Bali tergantung pada Jawa. Janur, pisang, telor, itik, semua didatangkan dari Jawa. Bayangkan jika pohon kelapa di Jawa musnah, atau tak berbuah, bayangkan jika Bali terserang wabah flu burung, bukankah ini resiko langsung kesukaan berupacara tanpa pikiran cerdas. "Karena itu, melepas burung-burung ke udara, melepas ikan-ikan ke danau dan sungai-sungai meruapakan aplikasi lebih pantas," papar Ida Pedanda Bang Buruan.
"Jika ini dinilai kurang baik bagi sejumlah orang, mohon tunjukkanlah yang lebih baik," tantang lembut Ida Pedanda. Menurutnya, kita ini adalah para pencari, tidak baik orang mengklaim ada jalan paling benar, apalagi paling menjanjikan. Dulu India kaum Brahmana dikritisi Budha, yang mengklaim surga dan pembebasan hanya diperoleh dengan jalan kurban. Nyatanya tidak begitu, Budha pun dikritisi, pembebasan tidak melulu ditemukan dengan jalan pengasingan diri. Di sini, di rumah keluarga, tanpa menjauh dari kehidupan sehari-hari pembebasan pun bisa tercapai. "Nah artinya semua orang ada dalam proses mencari, setelah latihan cuma ada jalan latihan."
Apakah upacara yang memakai daging itu tergolong yajna rendah? Imbuh Ida Pedanda Bang, dalam konteks pemujaan tidak ada istilah tinggi rendah. Semua diukur atas ketulusan dan kedalaman hati.Tidak salah mereka yang menggunakan daging, dan tidak keliru pula mereka lebih sreg tanpa menggunakan daging. Semua pilihan itu harus dihormati, dikasi ruang lebih mulia, bahwa tunas yang baru bertumbuh itu belum tentu jelek. "Saatnya orang berpikir cerdas, demokratis, bahwa kita semua hanya para pencari, bukan penentu. Karenanya, betapa mulia bagi mereka yang bisa saling merawat," anjur Ida Pedanda


Thank you. Good luck !
Om Shanti Shanti Shanti Om ๐Ÿ™
Best Regards,

I Gede Putu Sastrawan
Photographer


powered by GOD.

Tuesday, September 4, 2018

Sastra Bali Luxury Coach Sewa Bus Bali



Best regards,
Mr. I Gede Putu Sastrawan
+62-81-2939-12345

---------- Forwarded message ---------
From: Sastrawan Bali <sastrawanbali@gmail.com>
Date: Sel, 4 Sep 2018 15.14
Subject: Re: Share 'INVOICE Ayana Eka (Heather Hollis Siteminder).pdf'
To: Eka Artmini <eka.artmini@ayanaresort.com>


Siap Terima Kasih
Foto Bus terlampir.


Mengingatkan, Sastra juga siap melayani untuk kebutuhan wisatawan lainnya seperti :

Exclusive Tour Guide,
Private Photographer,
Excellent Event Organizer,
Experienced Wedding Partner,
Classic Lincoln cars, other Classic cars,
Luxury Cars,

Other optional services :
Sound system rentals,
Rigging stage,
Stage,
Lighting,

Band Music,
Balinese Cultural Dancer,
Modern Dancer,

Singer,
Artist,
MC - Master of Ceremony,

Florist, Flower arrangements, Decorations,

Cruise, Yacht Charter, Party,
Looking forwards.

Best regards,
Mr. I Gede Putu Sastrawan
+62-81-2939-12345

Pada tanggal Sel, 4 Sep 2018 13.38, Eka Artmini <eka.artmini@ayanaresort.com> menulis:

Dear Pak Sastra,

 

Terima kasih untuk konfirmasi penyewaan bus nya,

Sesuai dengan percakaan WA, pembayaran akan di lakukan oleh accounting kami via bank transfer melalui proses PR/PO.

Terima kasih atas kerjasamanya

 

Best regard,

 

Eka Artmini  | Administrative  Assistant to Catering and Conference Services

AYANA Hotel T +(62) 361-702222  F +(62) 361-702455  W AYANA.COM  

A  Karang Mas Estate, Jalan Karang Mas Sejahtera Jimbaran, Bali, 80364, Indonesia

KOMODO_SIGNATURE_12

 

 

From: Sastrawan Bali (sastrawanbali@gmail.com) [mailto:sastrawanbali@gmail.com]
Sent: Tuesday, 4 September 2018 12:40 PM
To: Eka.artmini@ayanaresort.com
Subject: Share 'INVOICE Ayana Eka (Heather Hollis Siteminder).pdf'

 

 

Best regards,
Mr. I Gede Putu Sastrawan
+62-81-2939-12345